Showing posts with label Nyeri. Show all posts
Showing posts with label Nyeri. Show all posts
Lutut Nyeri Dan Kaku
Monday, July 16, 2012
Perkapuran pada lutut merupakan salah satu tanda terjadinya osteoarthritis . Osteoartritis (OA) dikenali sebagai arthritis degenerative, gangguan yang terjadi seiring bertambahnya umur, terutama mengenai sendi yang menopang berat badan, seperti lutut, dan panggul, meski tak jarang juga terjadi pada tangan dan kaki.
Usia dan genetik dikatakan merupakan faktor resiko terjadinya OA.Rawan sendi menipis bersama pertambahan usia. Rawan sendi yang menipis menyebabkan gesekan antar tulang , menimbulkan nyeri dan terbatasnya gerak lutut. Gerakan berulang sendi lutut bertahun- tahun mengiritasi dan menyebabkan peradangan . Tulang rawan yang radang memicu terjadinya pertumbuhan tulang tidak pada tempatnya (spur/ perkapuran.) di sekitar sendi. OA juga sering ditemukan pada beberapa orang dalam suatu keluarga, sehingga faktor keturunan tak bisa dihindarkan.
Hal lain yang merupakan faktor resiko, mencakup kegemukan, jenis kelamin (perempuan cenderung lebih banyak terjadi ), trauma, kelemahan otot, sendi yang tidak stabil, meningkatnya pembebanan dinamik. Individu dengan obesitas cenderung mengalami OA lutut 300-400% . Sepatu yang terlalu tinggi, sempit, berat, alas sepatu (sol) yang keras dan kurang lentur , bisa menjadi penyebab.
Nyeri dan kekakuan merupakan hal yang sering dikeluhkan. Nyeri sendi biasanya bersifat tumpul, bedakan dengan nyeri yang tajam menusuk, sampaikan dengan jelas pada dokter. Sifat nyeri yang berbeda , akan memberikan diagnosa berbeda. Nyeri dirasakan setelah aktivitas berulang . Nyeri saat istirahat dapat terjadi , pada OA yang berat. Rawan sendi bisa hilang sama sekali, sehingga terjadi pergeseran antar tulang, yang berakibat keterbatasan gerakan persendian.
Kaku sendi, merupakan rasa seperti diikat yang biasanya singkat, tidak lebih dari setengah jam. Nyeri dan kekakuan sendi dapat juga timbul setelah bangun tidur, atau setelah duduk yang lama ( naik kereta api, nonton film).
Gejala lain pada OA lutut berupa bengkak , teraba hangat dan bunyi (creaking); bowleg , bila degenerasi tulang rawan sangat progresif; sedangkan bony enlargement sering menyertai terbentuknya perkapuran.
Gejala OA dirasakan bervariasi diantara individu yang terkena. Beberapa orang menjadi “cacat” karena gejalanya. Namun ada juga gejala yang dirasakan tidak sedramatis tampilan degenerasi sendi yang citra dari foto rotgen. Bahkan nyeri tidak selalu dirasakan, seringkali hilang timbul. Tak jarang ada masa bebas nyeri yang lama , hingga dalam hitungan tahun.
Tidak ada pemeriksaan laboratorium darah spesifik untuk menegakkan diagnose OA, tes darah dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain. Pemeriksaan radiologis sendi yang terkena memberikan penampilan penipisan hingga hilangnya rawan sendi , penyempitan ruang sendi, dan terbentuknya spur / perkapuran.
Artrosintesis dan artroskopi merupakan tindakan lanjut yang dilakukan seorang dokter, bilamana perlu. Artrosintesis , dokter akan menusukkan jarum yang steril untuk mengambil cairan dalam sendi, untuk dianalisa. Artroskopi, merupakan tehnik bedah menggunakan tabung kecil, untuk melihat dalam sendi .
Usia dan genetik dikatakan merupakan faktor resiko terjadinya OA.Rawan sendi menipis bersama pertambahan usia. Rawan sendi yang menipis menyebabkan gesekan antar tulang , menimbulkan nyeri dan terbatasnya gerak lutut. Gerakan berulang sendi lutut bertahun- tahun mengiritasi dan menyebabkan peradangan . Tulang rawan yang radang memicu terjadinya pertumbuhan tulang tidak pada tempatnya (spur/ perkapuran.) di sekitar sendi. OA juga sering ditemukan pada beberapa orang dalam suatu keluarga, sehingga faktor keturunan tak bisa dihindarkan.
Hal lain yang merupakan faktor resiko, mencakup kegemukan, jenis kelamin (perempuan cenderung lebih banyak terjadi ), trauma, kelemahan otot, sendi yang tidak stabil, meningkatnya pembebanan dinamik. Individu dengan obesitas cenderung mengalami OA lutut 300-400% . Sepatu yang terlalu tinggi, sempit, berat, alas sepatu (sol) yang keras dan kurang lentur , bisa menjadi penyebab.
Nyeri dan kekakuan merupakan hal yang sering dikeluhkan. Nyeri sendi biasanya bersifat tumpul, bedakan dengan nyeri yang tajam menusuk, sampaikan dengan jelas pada dokter. Sifat nyeri yang berbeda , akan memberikan diagnosa berbeda. Nyeri dirasakan setelah aktivitas berulang . Nyeri saat istirahat dapat terjadi , pada OA yang berat. Rawan sendi bisa hilang sama sekali, sehingga terjadi pergeseran antar tulang, yang berakibat keterbatasan gerakan persendian.
Kaku sendi, merupakan rasa seperti diikat yang biasanya singkat, tidak lebih dari setengah jam. Nyeri dan kekakuan sendi dapat juga timbul setelah bangun tidur, atau setelah duduk yang lama ( naik kereta api, nonton film).
Gejala lain pada OA lutut berupa bengkak , teraba hangat dan bunyi (creaking); bowleg , bila degenerasi tulang rawan sangat progresif; sedangkan bony enlargement sering menyertai terbentuknya perkapuran.
Gejala OA dirasakan bervariasi diantara individu yang terkena. Beberapa orang menjadi “cacat” karena gejalanya. Namun ada juga gejala yang dirasakan tidak sedramatis tampilan degenerasi sendi yang citra dari foto rotgen. Bahkan nyeri tidak selalu dirasakan, seringkali hilang timbul. Tak jarang ada masa bebas nyeri yang lama , hingga dalam hitungan tahun.
Tidak ada pemeriksaan laboratorium darah spesifik untuk menegakkan diagnose OA, tes darah dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain. Pemeriksaan radiologis sendi yang terkena memberikan penampilan penipisan hingga hilangnya rawan sendi , penyempitan ruang sendi, dan terbentuknya spur / perkapuran.
Artrosintesis dan artroskopi merupakan tindakan lanjut yang dilakukan seorang dokter, bilamana perlu. Artrosintesis , dokter akan menusukkan jarum yang steril untuk mengambil cairan dalam sendi, untuk dianalisa. Artroskopi, merupakan tehnik bedah menggunakan tabung kecil, untuk melihat dalam sendi .
Terapi OA lutut menghilangkan nyeri sendi dan menjaga fungsi sendi. Pada lutut, sesuai dengan fungsi penunjang saat berjalan, diharapkan tidak ada rasa nyeri , serta gangguan akibat kekakuan ataupun keterbatasan. Pada wikimuers yang beruntung tanpa gejala yang dirasakan, pengobatan tidaklah peseharlu , meskipun proteksi agar OA tidak memberat sehingga menimbulkan keluhan , tetap harus dipertimbangkan.
Istirahat yang cukup untuk lutut, hindari berdiri lama, naik tangga, berlutut, menekuk lutut yang dalam. Mengistirahatkan lutut yang sakit, akan berdampak turunnya tekanan pada sendi, pada gilirannya akan mengurangi nyeri, dan menghilangkan bengkak. “Istirahat” dapat berupa pengurangan intensitas dan frekuensi aktivitas yang secara konsisten membebani lutut.
Es diberikan bila lutut teraba hangat, alasi es dengan handuk. Wikimuers mungkin akan dipilihkan terapi fisik yang lain misalnya TENS; ES suatu bentuk terapi listrik untuk mengurangi rasa sakit. Pemilihan terapi fisik yang lain seperti diatermi (bersifat pemanasan), atau laser tenaga rendah , pastinya harus melewati pertimbangan dokter .
Secara teoritis lutut dibagai menjadi tiga, luar , tengah dan dalam. Lutut sisi dalam yang sering mengalami kerusakan . Taping menggunakan tape yang spesifik, biasanya dipasang pada sisi dalam. Saat ini dokter spesialis rehabilitasi medik, ortopedi dan rematologi- penyakit dalam yang berkompetensi untuk pemakaian taping
Bentuk latihan bisa isometrik atau isotonik, Konsultasi dulu dengan dokter, jenis olahraga yang sesuai untuk Wikimuers. Latihan atau olahraga (pada OA) yang terarah akan meningkatkan kelenturan sendi , dengan demikian diharapkan tidak terjadi keterbatasan gerakan sendi dan menurunkan derajat kekakuan lutut.
Nyeri Karena Haid (Dismenore)
Wednesday, March 24, 2010
Secara periodik setiap bulan, seorang wanita normal akan mengalami peristiwa reproduksi, yaitu menstruasi. Menstruasi adalah meluruhnya jaringan endometrium karena tidak adanya telur matang yang dibuahi oleh sperma. Walaupun pada kenyataannya banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi, di antaranya adalah nyeri haid. Nyeri haid diduga terkait dengan produksi hormon progesteron yang meningkat.Penyebab nyeri haid bisa bermacam-macam, bisa karena suatu proses penyakit (misalnya radang panggul), tumor atau kelainan letak uterus, selaput dara atau vagina tidak berlubang, dan stres atau kecemasan yang berlebihan. Tetapi penyebab yang sering terjadi diduga karena terjadinya ketidakseimbangan hormonal dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi.
Berdasarkan jenis nyeri, nyeri haid dapat dibagi menjadi :
- Dismenore spasmodik: Sakit terasa dibagian bawah perut dan berawal sebelum masa haid atau segera setelah masa haid mulai. Dismenore spasmodik dapat diobati atau paling tidak berkurang dengan lahirnya bayi pertama walaupun banyak pula wanita yang tidak mengalami hal seperti itu.
- Dismenore kongestif: Ditandai dengan rasa pegal, sakit pada buah dada, perut kembung, sakit kepala, sakit punggung, pegal pada paha, merasa lelah atau sulit dipahami, mudah tersinggung, kehilangan keseimbangan, menjadi ceroboh, terganggu tidur, atau muncul memar di paha dan lengan atas. Proses menstruasi mungkin tidak terlalu menimbulkan nyeri jika sudah berlangsung. Bahkan setelah hari pertama masa haid, orang yang menderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik.
- Dismenore primer: Dinamakan dismenore primer karena rasa nyeri timbul tanpa ada sebab yang dapat dikenali. Nyeri haid primer selalu hilang setelah wanita itu melahirkan anak pertama, sehingga diperkirakan bahwa rahim yang agak kecil dari wanita yang belum pernah melahirkan menjadi penyebabnya, tetapi belum pernah ada bukti dari teori itu.
- Dismenore sekunder: Nyeri haid sekunder dapat disebabkan karena Rahim yang terbalik sehingga membuat darah haid tidak mudah dikeluarkan (tetapi penyebab itu lebih jarang daripada yang diperkirakan sebelumnya), Benjolan besar atau kecil di rahim dapat menimbulkan keluhan perdarahan yang banyak atau sering disertai gumpalan darah, Peradangan selaput lendir rahim yang terjadi sesudah persalinan atau keguguran dan peradangan dapat pula terjadi akibat penyakit kelamin yang dilalaikan, Pemakaian spiral, Pertumbuhan jaringan lapisan rahim di tempat lain di dalam ruang panggul, Fibroid atau tumor.
- Obat-obatan.
- Relaksasi.
- Hipnoterapi.
- Kompres dengan air hangat, olah raga teratur, terapi visualisasi, aroma terapi, pemijatan, dan lain-lain.
Subscribe to:
Posts (Atom)