Showing posts with label Hipertensi. Show all posts
Showing posts with label Hipertensi. Show all posts
Hipertensi Dan Pencegahannya
Monday, May 21, 2012
Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang jelas sebelum adanya perubahan pada pembuluh darah di jantung, otak atau ginjal. Oleh karena itu banyak orang yang tidak menyadari kalau menderita hipertensi, mereka baru mengetahuinya ketika dokter mengukur tekanan darahnya saat cek kesehatan atau keluhan penyakit lain. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila nilai tekanan darah sistoliknya di atas 140 mm Hg dan diastoliknya di atas 90 mm Hg. Penyakit ini menyerang satu dari sepuluh orang dewasa dalam hidupnya.
Tekanan darah tinggi sering disebut juga dengan ‘silent killer” karena jarang menunjukkan tanda-tanda dan jika diderita dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Secara extrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), gagal ginjal (jika pembekuan darah terjadi di ginjal), dan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak). Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.
Sekitar 90-95% hipertensi tidak diketahui penyebabnya secara pasti, keadaan tersebut disebut juga hipertensi esensial. Sedangkan sisanya yaitu sekitar 5-10% diketahui penyebabnya yang disebut juga hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder antara lain disebabkan oleh penyakit parenkim ginjal, pembuluh darah ginjal, akibat pemakaian obat, kelainan endokrin, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan, makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola hidup sehat, seperti :
Tekanan darah tinggi sering disebut juga dengan ‘silent killer” karena jarang menunjukkan tanda-tanda dan jika diderita dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Secara extrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), gagal ginjal (jika pembekuan darah terjadi di ginjal), dan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak). Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.
Sekitar 90-95% hipertensi tidak diketahui penyebabnya secara pasti, keadaan tersebut disebut juga hipertensi esensial. Sedangkan sisanya yaitu sekitar 5-10% diketahui penyebabnya yang disebut juga hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder antara lain disebabkan oleh penyakit parenkim ginjal, pembuluh darah ginjal, akibat pemakaian obat, kelainan endokrin, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan, makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola hidup sehat, seperti :
- Diet rendah garam dan rendah lemak
- Berhenti merokok dan minum alkohol
- Menghindari stres dan berolahraga sesuai kebutuhan
- Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
Konsumsi makanan yang mengandung mineral kalium dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Banyak penderita hipertensi yang bosan minum obat penurun tekanan darah karena menimbulkan ketergantungan, apabila tidak minum obat tensinya tetap tinggi. Selain itu faktor efek samping yang ditimbulkan pada obat yang harganya murah sedangkan obat yang mahal banyak penderita yang tidak sanggup lagi membelinya. Karena berbagai alasan tersebut, penderita hipertensi mencari cara pengobatan lain yang lebih ekonomis namun minim efek samping yaitu melalui pengobatan alamiah dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti buah, sayuran dan herbal.
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan komponen lainnya yang terdapat pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker, mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi.
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan komponen lainnya yang terdapat pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker, mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi.
Tips To Lower Blood Pressure
Mereka yang mengalami hipertensi biasanya harus mengkonsumsi obat-obatan secara rutin untuk mengontrol tekanan darah. Tetapi dengan melakukan perubahan gaya hidup, tekanan darah yang tinggi dapat dikendalikan dan diturunkan. Dengan modal tekad dan kedisiplinan, bukan mustahil upaya modifikasi lifestyle ini dapat membantu melepaskan ketergantungan pada obat-obatan.
Berikut ini adalah 10 cara murah dan alami menurunkan tekanan darah tanpa harus menggunakan obat-obatan :
1. Olahraga: Dengan melakukan olahraga 30 menit sehari, Anda dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Cobalah latihan aerobik untuk mengurangi tekanan darah sistolik Anda karena orang yang aktif secara fisik biasanya dapat mengurangi konsumsi jumlah asupan obat hipertensi. Untuk menunjangnya, pilihlah jenis kegiatan yang Anda sukai seperti misalnya, berjalan, berlari, berenang atau bersepeda.
1. Olahraga: Dengan melakukan olahraga 30 menit sehari, Anda dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Cobalah latihan aerobik untuk mengurangi tekanan darah sistolik Anda karena orang yang aktif secara fisik biasanya dapat mengurangi konsumsi jumlah asupan obat hipertensi. Untuk menunjangnya, pilihlah jenis kegiatan yang Anda sukai seperti misalnya, berjalan, berlari, berenang atau bersepeda.
2. Makan pisang: Anda mungkin tahu bahwa makan terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi kebanyakan orang tidak menyadari manfaat kalium - zat yang mampu menangkal efek buruk dari sodium, mereka yang mengalami hipertensi harus mencukupi kebutuhan jumlah kalium dalam diet mereka. Orang dewasa harus mendapatkan setidaknya 4.700 miligram per hari. Adapun beberapa sumber makanan yang kaya kandungan kalium diantaranya pisang (422 miligram), kentang panggang dengan kulit (738 miligram), jus jeruk (496 miligram per cangkir), dan yogurt tanpa lemak atau rendah lemak (531-579 miligram per 8 ons).
3. Kurangi asupan garam: Orang dengan tekanan darah normal, cukup tinggi, dan hipertensi secara substansial dapat mengurangi tekanan darah mereka dengan memotong asupan garam. Pedoman diet merekomendasikan bahwa orang dengan hipertensi harus membatasi asupan garam kurang dari 1.500 miligram (600 miligram sodium) sehari.
4. Stop merokok: Perokok adalah kelompok yang paling berisiko tinggi mengidap hipertensi. Kandungan tembakau dan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara, meskipun rokok itu sendiri bukan penyebab tunggal hipertensi kronis. Berhenti merokok dapat membantu Anda menurunkan sedikit tekanan darah Anda.
5. Menurunkan berat badan: Secara konsisten beberapa penelitian menunjukkan bahwa, sedikit saja kehilangan berat badan, dapat memiliki dampak besar pada tekanan darah Anda. Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras. Tekanan ekstra ini lambat laun dapat menyebabkan hipertensi. Sementara itu, dengan memangkas berat badan beban kerja jantung akan jauh lebih ringan.
6. Kurangi alkohol: Konsumsi alkohol secara moderat - tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita, dan dua gelas sehari untuk pria - memiliki manfaat kesehatan jantung. Tapi pada beberapa orang, minum terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol lebih dari dua gelas sehari dapat meningkatkan risiko hipertensi bagi pria dan wanita.
7. Kelola stres: Mengelola stres secara efektif dapat membantu mengurangi tekanan darah, tetapi sayangnya, tidak ada penelitian yang menawarkan langkah demi langkah untuk mengurangi tingkat stres pada semua orang. "Ada sejumlah cara yang telah dikembangkan sebagai praktik untuk menginduksi keadaan relaksasi. Tetapi bagaimana cara yang baik dan benar, ini masih harus dijawab dalam uji klinis, merekomendasikan bahwa orang dengan hipertensi harus mampu melakukan manajemen stres dan berlatih dengan konsisten.
8. Yoga: Yoga adalah cara terbaik untuk mengatasi stres. Sebuah studi baru di India menemukan bahwa latihan pernapasan yoga mengurangi tekanan darah pada orang dengan hipertensi - di mana bekerja mempengaruhi efek sistem saraf otonom - dengan mengatur denyut jantung, pencernaan, dan fungsi lainnya.
9. Jauhi kafein: Kopi memiliki beberapa manfaat kesehatan, tetapi tidak untuk menurunkan tekanan darah. Dalam jangka pendek kafein dapat memicu lonjakan tekanan darah, bahkan pada orang tanpa hipertensi. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, cara terbaik yang harus dilakukan adalah dengan membatasi asupan kafein (sekitar dua cangkir kopi per hari). Anda dapat memeriksa apakah Anda sensitif terhadap kafein atau tidak dengan memeriksa tekanan darah sebelum dan setengah jam setelah mengkonsumsi minuman berkafein. Jika meningkat sebesar 5 atau 10 poin, Anda berarti sensitif terhadap kafein.
10. Meditasi: Meditasi - apakah itu melibatkan nyanyian, pernapasan, visualisasi - dapat menjadi alat manajemen stres yang efektif bagi banyak orang. Yang penting adalah bahwa hal itu membuat Anda merasa baik, dan Anda dapat berkomitmen untuk melakukannya secara konsisten.
Controlling Salt
Tuesday, March 13, 2012Salt is one of the most popular spice flavorings. Almost every cuisine menu of salt contained in it. Salt is a mineral consisting of sodium chloride (40 percent and 60 percent sodium chloride). Salt is important for the body, but that does not mean the salt should be consumed in excess.
Sodium chloride ions needed by the body in small amounts, to adjust the water content in it. Sodium is not only needed to help maintain fluid balance in the body, but also to assist in the transmission of nerve impulses to the brain. In addition, sodium, also plays a role in the contraction and relaxation of our muscles. Because sodium can draw fluids such as magnet, excessive salt intake will lead to retention (detention) in the body of excess water.
The use of too much salt can increase the amount of sodium in the body, and this can give a serious effect on health. Although salt is used to treat problems such as disease or dysautonomia, the autonomic nervous system damage, but if excessive can cause some health problems such as:
1. High blood pressure (hypertension): High salt intake is known to increase blood pressure, known to cause some serious illness just as heart disease, parlysis, and receipt.
2. Cardiovascular disease: Researchers working in a large study conducted in 2007 found that patients with high-normal blood pressure have benefited significantly by reducing salt intake, and therefore their risk of suffering from cardiovascular disease decreased by 25 percent for 10-15 years future. Their likelihood of dying from cardiovascular disease was also down by 20 percent.
3. Stroke: Those who consume less salt it will reduce one gram of salt intake may reduce the risk of stroke up to 1/6. If reduced to two grams, the risk decreases to 1/3, and if the reduced three-gram, the chances of stroke was reduced by 1/2 her.
4. Left ventricular hypertrophy and swelling hantung: Some people do not have hypertension despite the high amounts of salt mengasup. However, medical records show, these people have left ventricular hypertrophy or enlargement of muscle tissue that makes the walls of the heart's main pumping chamber which can increase the risk of cardiovascular disease.
5. Fluid retention: The amount of sodium in the body to determine the level of fluid in the body. If you consume too much salt, the kidneys have trouble eliminating excess salt, and the body will retain fluid which sometimes causes swelling around the heart.
6. Digestive system, High salt intake can affect the digestive system in three ways:
8. Increased secretion of bile: When we eat foods that contain high salt, to increase bile secretion, which can increase the density of the blood thus lowering vitality. It can also cause a dry mouth and bleeding. Doctors advised to reduce salt intake to those who have problems with the skin.
9. Osteoporosis: Excess salt prevents the absorption of calcium in the body, so that DAPT leads to osteoporosis. In a study done on postmenopausal women found that women consuming high amounts of salt more to lose more bone mineral than those who do not consume too much salt.
10. Deaths: Taking high doses of salt in a short time can be fatal. If a person consumes one gram of salt / kg body weight, this can cause the person to lose his life.
Sodium chloride ions needed by the body in small amounts, to adjust the water content in it. Sodium is not only needed to help maintain fluid balance in the body, but also to assist in the transmission of nerve impulses to the brain. In addition, sodium, also plays a role in the contraction and relaxation of our muscles. Because sodium can draw fluids such as magnet, excessive salt intake will lead to retention (detention) in the body of excess water.
The use of too much salt can increase the amount of sodium in the body, and this can give a serious effect on health. Although salt is used to treat problems such as disease or dysautonomia, the autonomic nervous system damage, but if excessive can cause some health problems such as:
1. High blood pressure (hypertension): High salt intake is known to increase blood pressure, known to cause some serious illness just as heart disease, parlysis, and receipt.
2. Cardiovascular disease: Researchers working in a large study conducted in 2007 found that patients with high-normal blood pressure have benefited significantly by reducing salt intake, and therefore their risk of suffering from cardiovascular disease decreased by 25 percent for 10-15 years future. Their likelihood of dying from cardiovascular disease was also down by 20 percent.
3. Stroke: Those who consume less salt it will reduce one gram of salt intake may reduce the risk of stroke up to 1/6. If reduced to two grams, the risk decreases to 1/3, and if the reduced three-gram, the chances of stroke was reduced by 1/2 her.
4. Left ventricular hypertrophy and swelling hantung: Some people do not have hypertension despite the high amounts of salt mengasup. However, medical records show, these people have left ventricular hypertrophy or enlargement of muscle tissue that makes the walls of the heart's main pumping chamber which can increase the risk of cardiovascular disease.
5. Fluid retention: The amount of sodium in the body to determine the level of fluid in the body. If you consume too much salt, the kidneys have trouble eliminating excess salt, and the body will retain fluid which sometimes causes swelling around the heart.
6. Digestive system, High salt intake can affect the digestive system in three ways:
- Ulcers (sores) of the stomach and duodenum: salt interacts with the bacterium Helicobacter pylori (H pylori) and cause ulcers (sores) in the stomach and duodenum. These bacteria (H. pylori) is commonly found in many people, of which who have no symptoms. H pyori bacteria known to cause 80 to 90 percent of all cases of gastric and duodenal ulcers. Therefore, restricting salt intake is a good thing to prevent the formation of ulcers caused by consuming too much salt
- Cancer: Cancer of the stomach and gastric cancer associated with high sodium in the body. Evidence for this is found in Japan, where salt consumption is relatively high among the people.
- Decrease Pepsin: Pepsin is a digestive enzyme, and excess salt intake lowers the amount of pepsin in the body. This can affect the digestive system, increasing the level of acidity and cause diarrhea. For example, when you add salt to the curd, this causes the fermentation to form acids in the stomach, and ultimately can affect digestion.
8. Increased secretion of bile: When we eat foods that contain high salt, to increase bile secretion, which can increase the density of the blood thus lowering vitality. It can also cause a dry mouth and bleeding. Doctors advised to reduce salt intake to those who have problems with the skin.
9. Osteoporosis: Excess salt prevents the absorption of calcium in the body, so that DAPT leads to osteoporosis. In a study done on postmenopausal women found that women consuming high amounts of salt more to lose more bone mineral than those who do not consume too much salt.
10. Deaths: Taking high doses of salt in a short time can be fatal. If a person consumes one gram of salt / kg body weight, this can cause the person to lose his life.
Subscribe to:
Posts (Atom)