Showing posts with label Buahan. Show all posts
Showing posts with label Buahan. Show all posts
Buah Dan Sayur Yang Baik Untuk Kesehatan
Monday, May 28, 2012
Buah-buahan dan sayuran sangat menjanjikan untuk kesehatan kita. Buah dan sayuran mengandung vitamin dan mineral esensial yang menawarkan perlindungan dari penyakit kronis. Buah dan sayuran merupakan bagian penting dari makanan seimbang bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Serat, fitokimia, antioksidan dan senyawa lain yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran mampu melindungi dari ancaman penyakit kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Namun tidak semua buah buahan memiliki kandungan yang lengkap. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengkonsumsi berbagai macam sayuran dan buah-buahan.
1. Apel: Buah Apel Memiliki Kandungan Flavonoid, yaitu jenis antioksidan yang ada dalam apel, dapat membantu menurunkan kemungkinan terkena asma dan diabetes. Serat-serat apel membantu membersihkan gigi dan langit-langit mulut kita dari bakteri dan sisa makanan. Pastikan anda makan apel utuh tanpa mengupas kulitnya karena nutrisi yang baik ada di bawah kulit apel.
2. Alpukat: Asam lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat mampu menurunkan kolesterol. Karena itu, disarankan untuk mengganti lemak jenuh dan trans yang tidak sehat lainnya dalam dengan memakan alpukat alpukat.
3. Pisang: Pisang merupakan sumber yang kaya akan potasium yang dapat membantu untuk mempertahankan tekanan darah agar tetap pada kondisi normal.
4. Blueberry: Blueberry adalah buah yang memiliki serat yang kaya antioksidan. Hal ini dapat membantu menurunkan risiko berkembangnya penyakit Alzheimer dan Parkinson.
5. Belewar: Buah ini kaya dengan antioksidan – beta karoten, yang membantu untuk menurunkan risiko katarak.
6. Ceri: Ceri memiliki zat antosianin yang dapat membantu untuk mengurangi peradangan dan meringankan nyeri atritis.
7. Cranberi: Efek antibakteri pada buah cranberry dapat membantu dalam pengobatan dan pencegahan infeksi saluran. Cranberry juga dihubungkan dengan pencegahan ulkus dan batu ginjal.
Buah ara kering: Buah ara kering yang kaya akan serat dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung tertentu.
Buah ara kering: Buah ara kering yang kaya akan serat dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung tertentu.
8. Anggur: Anggur memiliki kandungan Resveratrol, yaitu sebuah antioksidan yang dapat membantu menurunkan risiko terjadinya pembekuan darah dan juga mengurangi tekanan darah tinggi. Antioksidan ini juga dapat mencegah penyakit jantung, menghambat penyebaran sel kanker, terutama pada kanker payudara, usus besar dan lambung.
9. Jeruk Bali: Flavonoid dan lycopene dalam jeruk mampu memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker. Jeruk juga kaya akan pektin, serat yang dapat membantu untuk mengurangi tingkat kolesterol tinggi.
10. Buah Kiwi: Buah Kiwi dapat membantu untuk mempertahankan dan mengembangkan tulang, tulang rawan, gusi dan gigi karena memiliki vitamin C.
11. Mangga: Mangga kaya dengan zat zeaxanthin dan lutein, antioksidan baik membantu melindungi visi dan menurunkan risiko perkembangan usia degenerasi makula terkait.
12. Jeruk: Selain terkenal karena vitamin C-nya, jeruk juga merupakan sumber folat. Folat merupakan nutrisi penting bagi wanita hamil karena dapat membantu mencegah perkembangan cacat saluran saraf.
13. Pepaya: Kulit pepaya mengandung asam khusus yang membantu untuk menjaga kulit sehat. Selain itu pepaya juga membantu untuk membantu pencernaan.
14. Bit: Betain yang terkandung dalam bit membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Bit juga kaya akan folat yang merupakan vitamin B kompleks esensial yang dapat membantu mencegah cacat lahir pada janin.
15. Brokoli: Indoles dan sulforaphane, dua fitonutrien yang terkandung dalam brokoli memiliki efek anti kanker yang signifikan.
16. Wortel: Wortel merupakan sumber sayuran yang kaya akan senyawa antioksidan dan juga pro vitamin A karoten. karoten membantu melindungi tubuh dari serangan kanker tertentu dan penyakit kardiovaskular.
17. Seledri: Seledri merupakan sumber vitamin C dan memiliki banyak senyawa aktif lainnya termasuk phthalides dan coumarin yang dapat membantu menurunkan kolesterol dan mencegah kanker.
18. Terong: Selain kaya dalam berbagai vitamin dan mineral, terong juga kaya nasunin (ditemukan di bawah kulit sayuran ini) yang dianggap sebagai makanan otak.
19. Kacang hijau: Kacang hijau Memiliki kandungan Vitamin K, folat dan vitamin B6 yang dapat membantu mempertahankan kesehatan tulang.
20. Kubis: Fitonutrien organosulfur yang terkandung dalam kubis membantu mencegah kanker terutama kanker ovarium, selain itu kubis juga memiliki kandungan karotenoid yang mampu membantu menurunkan risiko katarak.
21. Zaitun: Zaitun merupakan sumber asam lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E. Yang mampu membantu melindungi tubuh kita dari serangan penyakit jantung. Selain itu membantu melindungi terhadap kerusakan oksidatif radikal bebas dalam tubuh.
22. Bayam: Bayam adalah sumber vitamin A, vitamin K, folat, magnesium, mangan, besi, kalsium, vitamin B dan vitamin E. Semua nutrisi ini membantu melindungi tubuh kita dari sejumlah penyakit seperti arthritis, kanker usus besar, penyakit jantung dan osteoporosis.
23. Tomat: Tomat merupakan sumber lycopene, yaitu antioksidan yang kuat yang untuk memberikan perlindungan terhadap kanker prostat stadium lanjut. Selain itu tomat juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol tinggi.
Hipertensi Dan Pencegahannya
Monday, May 21, 2012
Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk penyakit yang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda yang jelas sebelum adanya perubahan pada pembuluh darah di jantung, otak atau ginjal. Oleh karena itu banyak orang yang tidak menyadari kalau menderita hipertensi, mereka baru mengetahuinya ketika dokter mengukur tekanan darahnya saat cek kesehatan atau keluhan penyakit lain. Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila nilai tekanan darah sistoliknya di atas 140 mm Hg dan diastoliknya di atas 90 mm Hg. Penyakit ini menyerang satu dari sepuluh orang dewasa dalam hidupnya.
Tekanan darah tinggi sering disebut juga dengan ‘silent killer” karena jarang menunjukkan tanda-tanda dan jika diderita dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Secara extrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), gagal ginjal (jika pembekuan darah terjadi di ginjal), dan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak). Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.
Sekitar 90-95% hipertensi tidak diketahui penyebabnya secara pasti, keadaan tersebut disebut juga hipertensi esensial. Sedangkan sisanya yaitu sekitar 5-10% diketahui penyebabnya yang disebut juga hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder antara lain disebabkan oleh penyakit parenkim ginjal, pembuluh darah ginjal, akibat pemakaian obat, kelainan endokrin, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan, makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola hidup sehat, seperti :
Tekanan darah tinggi sering disebut juga dengan ‘silent killer” karena jarang menunjukkan tanda-tanda dan jika diderita dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi. Secara extrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), gagal ginjal (jika pembekuan darah terjadi di ginjal), dan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak). Stroke juga dapat terjadi karena pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi sehingga mengakibatkan pendarahan di otak.
Sekitar 90-95% hipertensi tidak diketahui penyebabnya secara pasti, keadaan tersebut disebut juga hipertensi esensial. Sedangkan sisanya yaitu sekitar 5-10% diketahui penyebabnya yang disebut juga hipertensi sekunder. Hipertensi sekunder antara lain disebabkan oleh penyakit parenkim ginjal, pembuluh darah ginjal, akibat pemakaian obat, kelainan endokrin, dan lain-lain.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat memperberat hipertensi, antara lain : stres, obesitas/kegemukan, makanan yang banyak mengandung garam, kolesterol tinggi, makanan yang diawetkan, daging kambing, buah durian, rokok, kopi, riwayat keluarga/genetik dan usia. Selain usia dan faktor genetik, faktor lainnya dapat dikendalikan atau dihindari dengan pengontrolan pola hidup sehat, seperti :
- Diet rendah garam dan rendah lemak
- Berhenti merokok dan minum alkohol
- Menghindari stres dan berolahraga sesuai kebutuhan
- Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan
Konsumsi makanan yang mengandung mineral kalium dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Banyak penderita hipertensi yang bosan minum obat penurun tekanan darah karena menimbulkan ketergantungan, apabila tidak minum obat tensinya tetap tinggi. Selain itu faktor efek samping yang ditimbulkan pada obat yang harganya murah sedangkan obat yang mahal banyak penderita yang tidak sanggup lagi membelinya. Karena berbagai alasan tersebut, penderita hipertensi mencari cara pengobatan lain yang lebih ekonomis namun minim efek samping yaitu melalui pengobatan alamiah dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti buah, sayuran dan herbal.
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan komponen lainnya yang terdapat pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker, mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi.
Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, serat dan zat-zat berkhasiat lainnya yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Selain untuk meningkatkan kesehatan, buah dan sayuran juga banyak dimanfaatkan untuk terapi pengobatan. Kandungan mineral, vitamin, karotenoid, dan komponen lainnya yang terdapat pada buah dan sayuran diantaranya berkhasiat sebagai antioksidan untuk mencegah kanker, mengatasi gangguan pencernaan, menurunkan kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain seledri, ketimun, labu siam, selada air, lobak, tomat, belimbing wuluh, belimbing manis, semangka, wortel, pisang, apel, dan kiwi.
Subscribe to:
Posts (Atom)